A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: inc/meta.php

Line Number: 14

Backtrace:

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/application/views/template/mtsattaqwa19/inc/meta.php
Line: 14
Function: _error_handler

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/application/views/template/mtsattaqwa19/inc/header.php
Line: 5
Function: require

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/application/controllers/Post.php
Line: 12
Function: view

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: inc/meta.php

Line Number: 15

Backtrace:

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/application/views/template/mtsattaqwa19/inc/meta.php
Line: 15
Function: _error_handler

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/application/views/template/mtsattaqwa19/inc/header.php
Line: 5
Function: require

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/application/controllers/Post.php
Line: 12
Function: view

File: /home/mtsatt25/domains/mtsattaqwa.sch.id/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

- Madrasah Tsanawiyah Attaqqwa | mtsattaqwa.sch.id

WALIKELAS DAN PERANANNYA DI SEKOLAH

  • Admin
  • Kamis, 28/11/2019
  • Umum
  • 90 hits

Wali Kelas dan Peranannya di Sekolah

Di dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa tujuan nasional pendidikan adalah mencetak peserta didik yang tidak hanya berilmu pengetahuan tinggi tetapi juga berakhlag mulia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka lembaga pendidikan formal seperti sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah menengah menjadi garda terdepan. Jika dikerucutkan lagi maka guru adalah sosok terdepan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasonal tersebut karena langsung berhubungan dengan siswa.

Guru melaksanakan pembelajaran dalam mencetak peserta didik yang terampil, berilmu dan berotak cerdas. Guru juga melaksanakan pendidikan terhadap peserta didik selain pembelajaran. Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 35 menyebutkan bahwa beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan. Salah satu tugas tambahan tersebut adalah sebagai wali kelas. Oleh karena itu, wali kelas berperan sebagai pengajar, pendidik dan orang tua kedua siswa di sekolah.

Sebagai seorang pengajar dalam satu mata pelajaran, wali kelas melakukan transfer of knowledge. Memberikan suatu ilmu pengetahuan atau ketrampilan kepada siswa dengan berbagai metode sehingga siswa dapat menguasaianya. Mengisi rasio dan akal siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dalam memberikan pelajaran, wali kelas adalah juga pendidik sehingga didalam materinya juga terdapat penanaman nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Dalam mata pelajaran Bahasa Inggris misalnya, selain mengajarkan materi tentang

Greeting juga ditanamkan nilai – nilai budi pekerti tentang kesopanan dan menghormati yang lebih tua. Begitu juga dengan materi materi pelajaran yang lain sehingga siswa mendapatkan dua ilmu sekaligus materi pelajaran dan budi pekerti.

Wali kelas juga adalah manager kelas yang mengelola kelas yang menjadi perwalianya sesuai dengan Permendikbud No.4 Tahun 2004. Struktur organisasi kelas, jadwal piket, inventaris barang dan lainnya harus dipastikan ada dalam kelas. Siswa diminta untuk membuatnya dengan arahan dari wali kelas. Hal tersebut melatih siswa untuk tertib dan bertanggung jawab. Wali kelas membuat aturan-aturan kelas bersama dengan siswa. Semua siswa berhak mengajukan aturan yang nantinya dibahas dan disepakati bersama. Ketika ada pelanggaran maka sanksi harus ditegakan sesuai dengan kesepakatan. Hal tersebut melatih siswa untuk bertanggung jawab dan menghargai pendapat orang lain.

 

Wali kelas menyampaikan informasi dari sekolah diantaranya adalah tentang pembayaran Biaya Operasional Sekolah dan lainya. Wali kelas memastikan bahwa informasi dari sekolah sampai ke orang tua tanpa dikurangi dan ditambahi. Kepastian itu diperoleh dari pertemuan dengan orang tua siswa pada saat terima raport atau pada saat pelunasan biaya sekolah menjelang ujian ujian. Hal tersebut melatih sikap siswa untuk selalu jujur dalam bersikap dan berani menyampaikam informasi.

Yang terakhir, wali kelas adalah seorang konselor atau penasehat bagi siswa. Wali kelas menjadi tempat mengadu berbagai macam persoalan. Memang di sekolah ada Guru Bimbingan Konseling tetapi wali kelas menjadi tempat pertama untuk mengadu. Sebagai seorang konselor, wali kelas setidaknya memiliki kompetensi-kompetensi social untuk mendukung tugas tugasnya. Wali kelas hendaknya memiliki sikap iklas.Sikap iklas akan membuat pekerjaan sebagai wali kelas tidak berat tak perduli seberapun banyak dan berat masalah kesiswaan yang dihadapi. Rasa iklas itu diperlukan karena siswa yang diurusi bukan anak kandung atau saudara sendiri. Terkadang perhatian yang diberikan kepada siswa didiknya melebihi dengan yang diberikan kepada anak kandungnya sendiri. Dengan menyadari bahwa mendidik siswa kearah yang lebih baik merupakan salah satu ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa akan membuat hati akan iklas sehinnga tidak ada rasa berat hati dalam melaksanakan tugas.

Sikap kedua yang seharusnya dipunyai adalah sabar. Sikap sabar sangat diperlukan dalam kaitanya dengan profesi wali kelas. Kelas dengan permasalahan siswa sangat kompleks akan membutuhkan penanganana yang ekstra. Tidak semua siswa cepat sadar dari suatu perbuatan yang tidak baik sehingga butuh sikap yang sabar dalam hal itu. Akan tetapi jika karena suatu hal, wali kelas kemudian tidak sabar, masih ada Guru Bimbingan Konseling yang akan membantu menangani. Sikap sabar dalam hal ini tentu dalam koridor aturan aturan sekolah. Jika pada suatu tingkat tertentu siswa sudah tidak bisa ditangani, tentu sudah perlu adanya suatu ketegasan.

Sikap ketiga yang harus dipunyai adalah adil. Wali kelas tidak boleh membeda bedakan siswa perwalianya. Semua siswa mendapat perlakuan yang sama baik itu pintar maupun bodoh, kaya atau miskin. Adil dalam hal ini dapat bermakna setiap anak mendapat hak yang sama atau setiap anak mendapatkan sesuatu berdasarkan kinerja atau prestasinya.

Sikap ke empat adalah perhatian. Wali kelas hendaknya memiliki sifat tanggap terhadap permasalahan siswa. Sebelum permasalahan tersebut mengganggu belajar siswa atau bahkan mengganggu suasana kelas, harus sedini mungkin ditangani. Memiliki sifat empathy dan perhatian terhadap siswa, akan membuat siswa merasa mendapatkan apa yang mungkin tidak diperoleh dalam suasana keluarga. Siswa kemungkinan akan menjadi terbuka dalam mengungkapkan permasalahanya sehingga dapat ditemukan solusi permasalahanya. Tentu saja wali kelas akan bekerjasama dengan Guru BK apabila masalah tersebut butuh penanganan lebih serius.

Sikap kelima adalah konsisten. Sebagai panutan siswa di kelasnya, wali kelas harus konsisten dari sikap dan perbuatan. Jika tidak, maka akan dilihat ‘mencla mencle isuk dele sore tempe’ yang artinya perkataanya tidak bisa diikuti karena selalu berubah. Wali kelas tersebut tidak punya pendirian atau tidak hati-hati dalam menyampaikan suatu informasi. Akibatnya siswa dalam kelas perwalianya tidak akan percaya.

 

Sikap ke enam adalah tegas. Dalam satu kelas perwalian tentu sifat dan sikap siswa berbeda beda. Ada siswa yang mudah diatur dan ada yang tidak. Untuk itu perlu sikap ketegasan dari wali kelas untuk menegakan tata tertib sekolah dan tata tertib kelas yang telah disepakati bersama. Tegas tidak berarti harus galak, tetapi konsisten dalam menegakan aturan. Siswa yang melanggar harus diberi sanksi sesuai aturan sekolah atau kesepakatan kelas.

Membimbing siswa memang perlu kesabaran dan perhatian. Tetapi itu tidak berarti tidak boleh memberi sanksi jika sudah melewati batas aturan yang telah ditentukan.

Sikap ke tujuh adalah teladan. Wali kelas adalah panutan siswa yang menjadi perwalianya dalam satu kelas. Sikap dan tingkah laku wali kelas menjadi sorotan siswa. Wali kelas setidaknya mencerminkan seseorang yang ahli dalam bidangnya dan berbudi pekerti yang luhur. Seorang wali kelas yang cuma bisa bicara tetapi tidak memberi contoh dari sikapnya, tidak akan mendapat respect dari siswa. Sebagai contoh, wali kelas menyuruh siswanya untuk disiplin, tetapi dirinya sendiri tidak disiplin. Siswa akan menganggap wali kelasnya hanya pintar bicara tetapi tidak ada buktinya.

Sikap yang terakhir adalah mediator yang tangguh. Wali kelas harus dapat menjadi penengah terhadap perselisihan antar siswa dan permasalahan antara siswa dengan orang tuanya. Menjadi mediator tidak berarti harus menjadi pengambil keputusan. Tetapi menghubungkan pihak pihak yang bermasalah baik siswa dengan siswa, siswa dengan guru lainya maupun siswa dengan orang tuanya.

Menurut Sopidi (2010:25) Ada beberapa peranan atau kedudukan penting wali kelas

di dalam suatu sekolah, antara lain :

 

1.       Sebagai pimpinan menengah (middle manager)

Wali kelas adalah guru yang diberi kepercayaan oleh kepala sekolah untuk mengelola suatu kelas, oleh karena itu wali kelas sering disebut juga dengan pemimpin menengah dalam suatau instansi pendidikan.

2.       Sebagai mitra siswa

Wali kelas merupakan pengganti orang tua di sekolah, oleh karena itu wali kelas sangat berpengaruh besar dalam perkembangan siswa di sekolah, istilah wali kelas sebagai mitra memiliki arti bahwa wali kelas adalah teman atau pengarah siswa di sekolah bukan hanya sebagai pengajar bagi para siswa.

3.       Sebagai mitra orang tua murid

Salah satu tugas wali kelas adalah memantau perkembangan siswa di sekolah dan melaporkannya kepada setiap orangtua siswa, oleh karena itu wali kelas bisa juga menjadi tempat bertanya setiap orangtua siswa tentang sikap, tingkah laku, serta perkembangan belajar yang dilakukan siswa di sekolah.

4.       Sebagai mitra guru bidang studi

Keberadaan wali kelas sangatlah penting dalam proses pembelajaran dikarenakan wali kelas adalah guru yang lebih mengetahui sikap dan prilaku siswa sehingga pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi para guru bidang studi dalam melaksanakan pembelajan yang lebih efektif lagi.

 

Sedangkan menurut Moh. Uzer Usman (2008:45). Tugas wali kelas membantu kepala sekolah mengelola manejemen kelas yang menjadi tanggung jawabnya, dan sekaligus berperan sebagai pengganti orang tua di sekolah. Rincian tugas pokok wali kelas secara garis besarnya, sebagai berikut :

 

 

1. Menata dan mengelolah kelas

2. Mengontrol kehadiran, dan tingkah laku siswa di sekolah

3. Membantu siswa yang kesulitan dalam belajar

4. Menulis raport, dan menulis kumpulan nilai semua mata pelajaran

5. Kunjungan rumah (home visit)

6. Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan

7. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

8. Membantu pengembangan keterampilan anak didik

9. Membantu pengembangan kecerdasan anak didik

10. Mempertinggi budi pekerti dan kepribadian anak didik.

: tanpa label

KOMENTAR

Hari Gini! Masih Menunda-nunda

Jika Kamu Berada Di Sore Hari, Jgn Kau Tunggu Pagi Hari. Dan Jika Kau Berada Di Pagi Hari, Janganlah Menunggu Sore Hari. Ambillah Persiapan Saat Engkau Sehat Utk Menghadapi Masa Sakitmu Dan Saat Hidupmu Utk Sesudah Kematianmu