SEJARAH SINGKAT

Pembaharuan terakhir 2019-10-05 19:40:53 32 hits

MTs Attaqwa Kota Tangerang didirikan pada tanggal ....................................  yang berada di bawah naungan Yayasan................. Pendirian madrasah ini dilatar belakangi atas keperihatinan sebagai tokoh masyarakat tentang tidak adanya sarana pendidikan Formal, Khususnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang berbasis pendidikan agama islam “Madrasah Tsanawiyah” di lingkungan sekitar, oleh Bapak Dr. Agus Salim, M.Pd., Sebagai tokoh Ulama Banten. Dengan status madrasah pada saat itu “terdaftar”. Sampai dengan saat ini sudah “Terakreditasi” dengan type “B” No. .............................. Jumlah Siswa pada tahun Pertama MTs Attaqwa Kota Tangerang didirikan sebanyak 28 orang dengan menempati gedung sendiri, yang pada saat ini di pimpin oleh Kepala Madrasah ............................ Alamat Madrasah berada di perkotaan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Tangerang.
Pembangunan Gedung pertama MTs Attaqwa Kota Tangerang dimulai dengan jumlah 3 ruang kelas. Kepala Madrasah Tsanawiyah pertama oleh ........................., mengelola madrasah ini dari Tahun 1990 sampai dengan tahun 2012. Dan selanjutnya Kepala Madrasah ke dua ................................... Pada Usia ± 23 tahun ini MTs Attaqwa Kota Tangerang sudah memiliki sarana prasarana pembelajaran yang representative dengan gedung berlantai dua sebanyak 13 ruang kelas belajar yang mampu menampung siswa ± 800 siswa, dengan waktu belajar pagi dilengkapi fasilitas yang cukup memadai, diantaranya Lab. Komputer + Internet, Perpustakaan, UKS dan Mushola. Pengembangan Kegiatan ekstrakurikuller di MTs Attaqwa Kota Tangerang yang telah berkembang dan berprestasi diantaranya adalah Pramuka, Marawis, Paskibraka, Pencak Silat, Muhaddarah, Kaligrafi, Drum Band, dan Olahraga.

KOMENTAR

  • Data tidak atau belum tersedia.

Bagaimana pendapat Anda mengenai informasi yang disampaikan dalam website ini ?

Jangan Pernah Berbakhil, Saudaraku!

Rasulullah Saw. Bersabda :Perumpamaan Orang Yang Pemurah Dan Orang Yang Bersedekah Seperti Seorang Lelaki Yang Memakai Dua Helai Jubah Atau Dua Helai Baju Besi Dari Dadanya Hingga Keatas. Apabila Orang Yang Berbelanja (Dalam Riwayat Lain: Apabila Orang Yang Bersedekah) Ingin Memberi Sedekah, Maka Baju Itu Longgar Buatnya; Dan Apabila Orang Bakhil Ingin Bersedekah, Maka Baju Itu Menjadi Rimas Dan Panas Sehingga Menutupi Jari-jarinya Serta Menghapus Jejaknya. Abu Hurairah Berkata : Orang Yang Bakhil Ingin Melonggarkan Pakaiannya Tetapi Dia Tidak Mampu Melonggarkannya.